01 September 2008

Saudara muslim Australia bercerita.

Namhmaduhu wa nusholli wa nusallimu 'alaa rasulihil kariim.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ta'ala, satu-satunya Dzat yang berhak dimintai pertolongan dan satu-satunya Dzat yang bisa memberi pertolongan pada hamba-hamba -Nya.

Pada hari kamis, ahad yang lalu, tepatnya tanggal 28 Agustus 2008, di Masjid Al Madinah, jl. depok no. 2A, Antapani - Bandung, di masjid kedatangan tamu-tamu saudara kita semuslim dari Australia.

Beliau adalah bule asli, seorang mualaf sejak 9-10 tahun yang lalu.
Seusai sholat maghrib berjama'ah, beliau banyak bercerita tentang kebesaran sifat-sifat Allah ta'ala yang mulia, pentingnya menghidupkan sunnah baginda Rasulullah Muhammad saw. , kemudan bercerita perkembangan da'wah Islam di negeri kangguru tersebut, dan dilanjutkan dengan kisah beliau masuk Islam.

Perkembangan da'wah di Australia Alhamdulillah semakin pesat atas karunia Allah ta'ala. Yang dulunya ketika awal-awal ummat Islam memasuki Australia hanya segelintir orang saja. Untuk mendirikan sholat berjama'ah saja susahnya bukan main, bahkan masjid waktu itu cuma satu bangunan saja.

Bahkan, beliau bercerita, sholat Jum'at yang sama-sama kita ketahui adalah sholat yang dikerjakan pada hari Jum'at, tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Saudara-saudara kita ummat Islam waktu itu mendirikan sholat Jum'at pada hari Ahad, dikarenakan hari itu adalah satu-satunya hari libur kerja. Allahu Akbar. Mirip sekali dengan kondisi awal di negara-negara Eropa.

Selanjutnya dengan adanya pertolongan Allah ta'ala, mulai muncullah risau dan fikir bagaimana supaya ummat Islam di Australia bisa mengamalkan agama Islam dengan sebaik mungkin, sehingga dengan pengorbanan harta, diri, dan waktu sendiri, saudara-saudara kita Australia mulai buat da'wah Ilallah. Sehingga sampai waktu ini, Allah ta'ala kasih karunia dengan jumlah ummat Islam yang semakin besar, jumlah bangunan-bangunan Masjid sampai ratusan buah. Allahu Akbar.

Kemudian beliau cerita tentang kisah beliau sampai mendapatkan hidayah dari Allah ta'ala.

Beliau dalam keseharian pekerjaannya sering bertemu dengan seorang muslim dari Indonesia, dimana dia ini subhanallah atas karunia Allah ta'ala senantiasa mengamalkan sunnah dalam kehidupan kesehariannya, tidak terkesan dengan lingkungan Australia yang mayoritas adalah non Muslim.

Beberapa contoh adalah, ketika aktivitas makan dan minum. Baginda Nabi Muhammad saw. mengajarkan pada kita agar makan dengan duduk di lantai, menggunakan tangan kanan (tanpa sendok), menggunakan 3 jari dan ketika minum juga tidak boleh berdiri, pakai tangan kanan, dan meminum secara pelan2 selama 3x awal, baru diteguk seluruhnya. Nah, beliau orang Australia ini seringkali menemukan kejanggalan dalam setiap aktivitas orang Indonesia ini. Ketika ada acara Standing Party, dimana semua orang makan dan minum dengan berdiri, tetapi orang Muslim Indonesia ini dengan teguhnya mengamalkan sunnah dalam makan dan minum, dikenal dengan adab makan. Sehingga, saudara kita Australia ini terheran-heran, "Apa maksudnya orang ini?" kata beliau.

La Ilaha Illallah. Di situlah mulai Allah ta'ala tanamkan getaran-getaran jiwa dalam hati orang Australia ini. Semakin hari semakin banyak dilihat aktivitas-aktivitas keseharian ini kok banyak sekali yang bertentangan dengan keseharian orang2 non muslim di sini? Memang perintah Allah ta'ala dan Rasul-Nya adalah kita jangan sama dengan orang2 kafir, kita harus menyelisihinya.

Bahkan ketika suatu saat datang seseorang dengan berpakaian seperti pengkut Music PUNK, rambuat dibuat meruncing ke atas, anting2 sebanyak puluhan ditindik dari hidung nyambung ke telinga, pakaian yang mirip orang2 punk, subhanallah, maka mata orang2 melihat ke arah si Punk tersebut, namun sesaat kemudian lewatlah saudara muslim Indonesia ini dengan menggunakan baju sunnah, jenggot panjang, menggunakan kopyah, sehingga orang2 bule yang tadinya melihat si Punk ini menjadi berubah melihati orang Indonesia ini.

Saudara kita Australia ini menceritakan, bahwa waktu benar2 menjadi suatu daya tarik yang sangat kuat sekali buat orang2 non muslim, hati sangat bergetar ketika melihat orang Muslim Indonesia ini mengamalkan sunnah.

Begitu juga ketika orang Australia ini sering berdiskusi dengan orang Indonesia ini. Banyak bercerita sebab2 apa kok di melakukan aktivitas yang nyleneh2 tersebut? Bahkan mulai dari adab buang air kecil, buang air besar, tidur, dan semuanya, telah diceritakan pada orang Australia ini. Subhanallah. Bahkan beberapa lama sebelum beliau masuk Islam, beliau begitu lama mengamalkan sunnah ini dikarenakan manfaat2 duniawi yang dia rasakan khususnya di bidang kesehatan. Bagiamana dengan kita orang Islam?

Pernah sekali beliau meninggalkan beberapa sunnah yang biasa dia amalkan, malahan badannya terasa aneh, seperti tidak nyaman. Ada saja sesuatu yang tidak enak dirasa ketika satu sunnah ditinggalkan. "Pasti ada sesuatu yang dahsyat dengan amalan ini!", kata beliau.

Namun waktu itu beliau masih malu untuk masuk Islam, dikarenakan takut dianggap orang gila sama warga di sana. Beliau mengatakan, orang2 Australia semuanya mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali satu Tuhan, yaitu Allah ta'ala. Namun mereka menolak kalau hidupnya dijalankan atas dasar agama. Sehingga semua orang beragama, baik muslim maupun lainnya dianggap orang2 gila saja.

Ketika itu memang teman wanita yang hidup serumah ketika melihat amalan2 sunnah di kamar mandi ikut tercengang dengan tingkah laku si laki2 Australia ini, Alhamdulillah setelah buat da'wah, Allah ta'ala kasih hidayah juga pada perempuan ini. Akhirnya saudara kita Australia ini pun menikahi teman wanita yang pada masa jahiliyah ini sering tinggal bersama. Allahu Akbar.

Pesan beliau, khususnya pada orang2 muslim Indonesia, hidupkan amalan sunnah, janganlah kalian malu dan ragu dalam mengamalkan sunnah. Insya Allah, akan ada kejayaan dibaliknya. Dan yakinkan semua orang Muslim akan tergerak hatinya, bahkan orang2 non muslim pun akan tergetar hatinya apabila kita ummat Islam menegakkan sunnah dengan sebaik-baiknya.



Demikian sedikit cerita dari saudara muslim kita dari Australia, masya Allah, malu sekali kita orang Islam yang seudah lama memeluk agama Islam, namun begitu banyak amalan2 agama, sunnah yang tidak kita amalkan, bahkan kita tinggalkan.

Mari sama2 kita perbaiki iman dan amal sholih kita dengan belajar mengorbankan harta, diri, dan waktu sendiri untuk agama Allah.

Di awal bulan Ramadhan 1429 H ini, mari sama2 kita memaafkan kesalahan saudara2 kita, dan kita mohon maaf pada setiap orang. Mudah2an Allah ta'ala menetapkan hidayah-Nya pada kita semua. Amiin. ... Baca selengkapnya.

20 Agustus 2008

Muhammad Yusuf Akram, itulah namanya...

Alhamdulillahi wa syukurillah... Allohumma sholli 'alaa Muhammad saw.

Da'i kecil itu bernama Muhammad Yusuf Akram.

Pada hari Senin, 18 Agustus 2008 kemarin adalah hari ketujuh si da'i kecil ini berkenalan dengan alam dunia. Alhamdulillah, atas karunia Allah ta'ala, aqiqah anakku berjalan lancar, dimana semuanya diurus oleh PD. Domba Aqiqah, di daerah Arcamanik - Bandung. Bagi Anda pembaca yang membutuhkan layanannya bisa menghubungi nomor: 08121432471 / 022 70777714. Mudah2an Allah ta'ala membalas kebaikannya dengan balasan kebaikan yang banyak. Amiin.

Sore harinya, atas pertolongan Allah ta'ala pula, telah Allah kirim mas Abbas (suwun mas) untuk mencukur rambut anakku hingga "gundul". Untung anakku sedang tidur, kalau tidur susah bangunnya... kayak abi-nya :).

Namun di antara proses awal kelahiran anakku sampai hari ketujuhnya, yang paling mendadak adalah pemberian nama!!! Saya ingin agar anakku diberi nama sebagaimana nama orang-orang sholih terdahulu, sebagai harapan dan do'a orang tua terhadap anak2nya agar Allah ta'ala jadikan orang yang sholih pula. Namun, istriku juga ingin ikutan nyumbang dalam pemberian nama, dikarenakan istriku yang telah mengandung dan melahirkan anakku atas karunia Allah.

Bahkan sampai menit2 akhir menjelang penyembelihan domba aqiqah, kami belum ada sepakat dalam pemberian nama ketiga ini. Allahu Akbar, sampai ditelpon berkali-kali sama pihak penyedia layanan Domba Aqiqah. Ya sudah, bismillah, dengan menyebut nama Allah, kami sepakat juga akhirnya memberi nama anak kami Muhammad Yusuf Akram.

Kata Akram kalau diterjemahkan bebas artinya yang dimuliakan. Mudah2an anakku khususnya, senantiasa ingat bahwa kemulian makhluk / hamba Allah itu terletak pada ketaatannya kepada Allah ta'ala sebagaimana jalan hidup Rasulullah Muhammad saw. Tidak ada kemuliaan selain daripada itu.

Kedudukan yang tinggi di mata masyarakat, harta dan tahta yang banyak, wajah yang bagus dan terkenal, pengetahuan yang luas, semua itu tidak menjamin kebagaiaan kehidupan di dunia maupun akherat. Semakin taat kepada perintah Allah ta'ala dan sunnah Rasul, maka semakin berjaya.

Namun hal itu semua memang tidak bisa diwujudkan hanya dengan kata2 saja, hanya berdo'a tanpa amal, atau cuma sekedar menuli dalam blog ini.
Agama akan wujud pada diri kita, keluarga, dan ummat seluruh alam apabila kita mau meluangkan harta, diri, dan waktu kita di jalan Allah ta'ala.

Wa maa taufiqi illa billah.
... Baca selengkapnya.

14 Agustus 2008

Da'i kecil telah lahir ke dunia

Alhamdulillah, Allah ta'ala adalah satu-satunya dzat yang Maha Menciptakan dari segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada, kemudian Allah ta'ala sendiri yang memeliharanya, menjaganya, memberikan rizki dan suatu saat nanti akan mematikan apa2 yang telah Dia ciptakan.

Pada hari Selasa, 12 Agustus 2008 jam 15.58, telah Allah ta'ala keluarkan melalui rahim istriku, seorang bayi laki-laki, dengan tinggi badan 46 cm, berat badan 2,5 kg. Benar2 Allah ta'ala tunjukkan kekuasaannya, dari bertemunya air mani seorang pria, ditemukan dalam rahim istrinya, kemudian Allah ta'ala jadikan segumpal darah, menjadi daging, dibungkus kulit, dan ditumbuhkan berbagai macam komponen2 manusia yang pada umumnya, kemudian setelah beberapa waktu, Allah ta'ala keluarkan ke dunia si bayi untuk menjalani atau menunaikan janjinya dengan Rabb-nya sebagaimana yang telah diikrarkan di alam ruh.

Subhanallah, mudah2an anak yang diamanahkan Allah ta'ala ini benar2 Allah ta'ala jadikan laki2 yang sholih, yang istiqomah dalam menunaikan semua perintah Allah ta'ala sebagaimana yang dicontohkan baginda Rasulullah saw. Amiin.

Da'i kecil telah lahir
Muncul ke dunia dalam keadaan bersih
Sebagaimana kain yang putih
Muncul ke dunia dalam keadaan tak berbusana
Tanpa secuil dosapun yang menempel

Tumbuhlah menjadi pejuang Allah ta'ala
Jadilah penolong agama Allah ta'ala
Jadilah asbab hidayah buat ummat seluruh alam
Sebagaimana yang dikehendaki Allah ta'ala

Sungguh bayi ini adalah titipan Allah ta'ala pada orang tuanya. Bisa menjadi penolong orang tuanya dengan amal sholihnya, bisa juga menjadi penuntut/penyeret orang tuanya disebabkan kejahatannya.

Saya berharap kepada Allah ta'ala, khususnya pada diri saya dan keluarga saya, umumnya untuk seluruh orang tua di dunia, mudah2an Allah ta'ala beri kekuatan pada kita untuk mendidik anak2 kita menjadi orang2 yang diridhoi Allah ta'ala.

Beri pendidikan agama pada anak2 kita, tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia yang senantiasa mencoba menerkam manusia dari segala arah.

Wahai annakku...
Jadilah pelipur lara hatiku dengan mentaati Allah ta'ala dan ikut sunnah Rasulullah saw.
... Baca selengkapnya.

10 Juni 2008

Laki-laki Idola

Alhamdulillah, Allah ta'ala berkuasa atas seluruh makhluk-Nya, dan makhluk itu lemah tak berdaya, bahkan terhadap dirinya sendiri.

Judul topik yang penulis buat ini memang agak-agak aneh.
Insya Allah, secara akal, ummat Islam tahu bahwa lelaki idola ya cuma satu, siapa lagi kalau bukan nabi terkahir ummat akhir zaman, baginda Rasulullah Muhammad saw.

Sedikit cerita mengenai kisah nyata seorang pelajar sholih di luar negeri, tepatnya di England atau Inggris.

Lelaki muda ini atas izin Allah ta'ala bisa melanjutkan studi ke negara Inggris, dimana waktu itu ummat Islam belum sebanyak sekarang. Pelajar ini sebenarnya sudah menyadari bahwa di negara Inggris ini kondisinya tidak seperti di negara-negara lain yang banyak ummat Islamnya. Pergaulan bebas, free sex, drugs (obat-obatan terlarang), senjata api, dan semuanya yang serba bebas ada di sana. Namun, Alhamdulillah pelajar ini sebelumnya mempunyai background (latar belakang) agama yang kuat, baik dari segi iman, ilmu, dan amalnya.

Maka, berbekal kondisi keagamaan yang kuat dari seorang pelajar ini, timbullah kerisauan melihat keadaan ummat di Inggris yang masih banyak terjebak dalam aktivitas kejahiliyahan. Belum lagi kondisi wanita-wanita bule di sana yang akan menarik hati setiap lelaki yang memandangnya membuat hati pelajar ini semakin resah. Yaitu bagaimana supaya imannya tidak tergoda.

Salah satu nasehat dari orang tua dan 'alim ulama terhadap si pelajar ini adalah agar senantiasa menundukkan (menjaga) pandangan terhadap keduniaan-keduniaan yang bisa meinggalkan jejak/kesan dalam hati. Namanya juga pelajar laki-laki yang belum menikah, jadi maklum saja kalau hawa nafsu untuk melihat wanita cukup kuat.

Atas pertolongan Allah ta'ala, si pelajar ini belajar terus menerus menundukkan pandangan, terutama terhadap wanita-wanita Inggris yang bisa merontokkan hatinya.

Kita sering mendengar istilah kembang desa atau bunga desa, yang menunjukkan adanya wanita idaman di dalam suatu desa tertentu. Begitu juga wilayah kampus, di kampus si pelajar ini terdapat bunga kampus, yaitu seorang gadis yang masih belia, bule, cakep, intelek, dan berbagai kelebihan yang pasti membuat laki-laki yang melihatnya menjadi jatuh hati. Jadi tidak heran kalau si gadis idaman ini lewat maka setiap lelaki yang melihatnya akan menggodanya, ada yang memanggil-manggil namanya, ada yang bersiul-siul, "suit...suit....!!!", kayak di Indonesia ternyata.

Nah, tibalah si gadis idaman ini melewati si pelajar yang berada di dekatnya, masya Allah, ternyata si pelajar ini tertunduk saja, berusaha agar tidak melihat ke arah gadis ini, berusaha menekan hawa nafsunya yang sedang bergejolak.

Kali pertama belum terjadi apa-apa pada si gadis dan si pelajar ini. Hingga kebeberapa kalinya si gadis lewat di depannya menimbulkan kecurigaan pada si gadis. Mungkin yang dia pikirkan, kok baru kali ini dia melewati seorang lelaki, tetapi dia tidak ditatap atau dilihat. Apakah saya kurang menarik atau kurang cakep, batin si gadis.

Kemudian keesokan lagi si gadis lewat, masih saja si pelajar ini tidak menengok ke arah si gadis. Maka si gadis mulai berfikir aneh lagi, "Oo..Oo.. jangan-jangan lelaki ini adalah homo" [homo = suka sesama lelaki]. Akhirnya si gadis memberanikan diri untuk menegur sapa si pelajar ini.

Subhanallah, ketika berbicara, mata si pelajar ini berusaha untuk terus menundukkan pandangan meskipun hawa nafsunya menolak, dan kelihatan keki. Si gadis jadi tambah bingung dan bertanya pada pemuda pelajar itu, kenapa dia kok kelihatan aneh sendiri ketimbang lelaki lainnya.

Maka pemuda pelajar ini berkata, "Sesungguhnya dalam agama kami Islam, wanita itu sangat dimuliakan. Ibarat mutiara atau berlian intan, dimana tidak setiap orang bisa melihatnya, menyentuh atau menjamahnya. Perhiasan ini harus benar-benar dilindungi dan dijaga agar tetap berkilau, indah dan berharga. Seandainya perhiasan ini disentuh oleh setiap orang, maka akan pudarlah pesona keindahannya. Oleh karena itulah dalam agama kami Islam, wanita-wanita muslimah dianjurkan dan diperintahkan untuk menutupi auratnya secara sempurna. Dan bagi para lelaki, tidak dianjurkan melihat aurat wanita lain. Oleh karena itulah saya berusaha mengamalkan nasehat agama ini. Mungkin itulah yang membuat Anda terheran-heran dengan sikap saya."

Singkatnya, dari pertemuan pertama itu sudah menimbulkan kesan mendalam pada si gadis bule ini. Selama ini dia lihat, orang-orang Islam dari luarnya saja, dari berita-berita di TV, media, internet dimana selalu menjelek-jelekkan Islam. Akhirnya si gadis England ini mulai sedikit demi sedikit tertarik dengan ajaran Islam, begitu indahnya ajaran Islam, terutama dalam memperlakukan wanita, yang tadinya dia menganggap jilbab (menutup aurat) secara sempurna pada wanita itu mengekang hak asasi wanita, tidak bebas, tidak gaul, dan lain-lainnya, berubah 180 derajat menganggap bahwa hal itu adalah bentuk pemuliaan terhadap wanita.

Hingga sampailah dia ada keinginan kuat untuk memeluk Islam. Si gadis mendekati pemuda pelajar itu dan menyampaikan keinginannya untuk masuk Islam, namun ada syaratnya...?

ANDA TAHU APA SYARATNYA? HARTA, JABATAN, KEDUDUKAN, KETINGGIAN ILMU, DLL? BUKAN

Si gadis itu bersedia masuk Islam asalkan si pemuda pelajar Islam tadi bersedia menikahinya !
Allahu Akbar... seolah-olah pemuda ini mirip peribahasa, sambil menyelam air.

Maka si pelajar ini tidak kuasa menolak rahmat Allah ta'ala, ada hamba Allah yang dikirim untuk memeluk Islam, merasakan nikmatnya Islam, apalagi si gadis ini adalah idola kampus yang dapat membuat jatuh hati semua laki-laki yang melihatnya.

--------------
Subhanallah, dengan amalan sholih menundukkan pandangan saja sudah menjadikan si pemuda pelajar ini menjadi asbab hidayah buat orang lain. Bahkan kecantikan dan kejelitaan si gadis ini adalah hadiah dari Allah ta'ala.

Dengan menundukkan atau menjaga padangan, maka diri kita akan mendapatkan manisnya iman, menguatkan ingatan, menjadi khusyu' dalam beribadah, dan berbagai manfaat lain dari Allah ta'ala.

Mudah-mudahan Allah ta'ala memberikan kita taufik untuk senantiasa menjaga pandangan dari makhluk-makhluk dunia yang dapat menyebabkan timbulnya kesan dalam hati. Amiin.
... Baca selengkapnya.

04 Juni 2008

Harga BBM naik! Iman, Ilmu dan Amal Sholih harus naik!

Alhamdulillah, sudah hampir 1 bulan ini nggak nge-blog

Fenomena yang baru saja terjadi di Indonesia secara umum adalah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), meskipun selain kenaikan harga BBM ada fenomena lain yang cukup rumit.

Dampak dari kenaikan harga BBM pun berimbas pada kenaikan harga barang-barang lainnya, mulai dari barang-barang sembako, ongkos angkot, dan lain-lain. Masyarakat mulai banyak yang mengeluh, bahkan penulis dengarkan sendiri dari seorang sopir angkot yang ngomel-ngomel tidak karuan sampai mengancam dirinya sendiri akan berhenti jadi supir angkot saja. Masya Allah.

Kehidupan dunia hanya sementara saja sedangkan kehidupan di akherat selama-lamanya. Kurang lebih rata-rata usia ummat akhir zaman ini sekitar 60-70 tahun. Teman penulis sering kali bilang, sesuah-susahnya manusia hidup di dunia pasti ada kalanya dia pernah gembira dan tertawa. Sebaliknya, sesenang-senangnya manusia hidup di dunia, ada kalanya dia pernah bersedih dan menangis. Namun kehidupan akherat semuanya serba "ekstrim" alias dahsyat. Apabila seseorang mendapatkan siksaan di akherat, maka siksa dan penderitaan yang dialaminya semakin hari semakin sengsara tidak berkurang sedikitpun. Sebaliknya, apabila seseorang di akherat mendapatkan kenikmatan (surga), maka semakin hari semakin nikmat, tidak akan kekenyangan walaupun makan sebanyak apapun, dan berbagai macam kenikmatan yang lain.

Apa yang diujikan pada Allah ta'ala di atas permukaan bumi ini hanyalah untuk menguji hamba-Nya, apakah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, ataukah lupa/kufur/lalai. Dan apakah bersabar ketika mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan hatinya ataukan malah menggerutu. Misalnya, sakit, bencana, kenaikan harga, dan lain-lain.

Semakin kita sibuk memikirkan kesusahan yang kita alami, maka hati akan semakin gelisah.
Bahkan orang-orang kaya, yang menduduki jabatan penting, setiap hari makan enak, senantiasa dirundung kegelisahan, misal: apakah kedudukan saya aman? bagaimana harta saya, sudah amankah? dan lain sebagainya.

Sedangkan obat hati bukan lah perkara-perkaran dunia tersebut di atas. Melainkan iman dan amal sholih semata. Bagi ummat Islam yang senantiasa memperbaiki iman dan amal sholihnya, semakin yakin dengan janji-janji Allah ta'ala dan janji-janji Rasulullah saw. Semakin merindukan kehidupan surga yang kekal abadi. Tak terkesan dengan kenikmatan ataupun kesusahan di dunia. Hal ini bukan berarti kita 100% meninggalkan keduniaan kita, tapi tidak terkesan dalam hati.

Semakin hari berfikir dan beraktivitas untuk memikirkan bagaimana kehidupan di akherat, apakah saya nanti selamat ataukah tidak? Bagimana orang tua, anak, istri/suami, dan saudara-saudara saya, selamat atau tidak?
Orang-orang seperti inilah yang dengan berbagai macam aktivitas dan kesibukannya di dunia tidka melalaikannya dari mengingat Allah ta'ala, setiap tindakannya didasari contoh dari Rasulullah saw., mulai dari bangun tidur di waktu pagi sampai menjelang tidur lagi di malam hari.

Laa Ilaaha Illallaah Muhammadurrasuulullaah.
Tidak ada yang berhak disembah selain Allah ta'ala, dan Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah ta'ala.

Mari kita tingkatkan iman dan amal sholih kita.
Berdoa pada Allah, agar diri, harta, dan waktu kita semakin sibuk dikorbankan untuk membuat amalan atau bekal di akherat nanti.

Tidak hanya berfikir dan merenung, tetapi benar-benar berkorban fisik.
Insya Allah, semakin lama kebesaran sifat-sifat Allah ta'ala dan kerinduan akan kampung akherat akan semakin tertanan dalam hati.

Mari mencoba! :)
... Baca selengkapnya.

14 April 2008

Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik

Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengijinkan penulis untuk ngeblog lagi.

Fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang bisa penulis ilustrasikan seperti sebuah pohon yang dipenuhi atau tersusun atas akar, ranting, batang, buah, dan bagian-bagian lainnya.
Kondisi pohon sudah mulai tua, akar mulai lemah dalam menyerap sari-sari mineral dai dalam tanah. Berangsur-angsur suplai mineral, vitamin, dan sari2 lainnya mulai melemah. Batang mulai keropos, ranting-ranting lemah, dan daun-daunan yang tadinya hijau indah menjadi agak kekuningan, dan lama-lama membusuk dan jatuh ke tanah.

Ah... itu mah akal pikir saya yang lemah ini.

Baiklah, berikutnya dengan mengetahui kondisi pohon dan bagian-bagiannya tersebut, ada 3 solusi yang bisa jadi dilakukan oleh manusia untuk memperbaikinya:

1. Perbaikan instan

Orang seperti ini mempunyai risau yang kuat untuk memperbaiki pohon, cuma dia tidak mau susah payah. Tidak sabar dan berharap agar pohon bisa diperbaiki dengan cepat alias instan. Maka, ketika dia melihat daun-daunan yang mulai kuning segeralah dia mengecat daun itu dengan cat warna hijau biar kelihatan segar. Ketika ranting-ranting dan batang mulai lemah, maka segera diikat dengan kuat dengan menggunakan tali rafia atau kawat.

Pohon secara sekilas kelihatan membaik, namun dalam waktu lama atau jangka panjang pohon itu akan hancur dan binasa.

2. Hancurkan yang rusak

orang kedua ini mirip dengan orang pertama, yaitu risau yang kuat utuk memperbaiki pohon namun kurang sabar. Sehingga orang ini bertindak secara tegas dan keras. Setiap melihat daun-daunan yang mulai kuning, langsung dipotong. Ranting-ranting dan batang yang mulai lemah dipatahkan saja, selain dapat mengganggu keindahan pohon, orang ini juga takut bahwa kerusakan yang ada dapat menyebabkan kerusakan vital pada pohon secara keseluruhan.

Sehingga, lama-lama tanpa ada pemeliharaan, setiap bagian pohon akan mengalami penurunan, dan dihancurkan saja semuanya. Terjadikah perbaikan? Bukan, penghancuranlah yang ada.

3. Perbaiki perlahan-lahan tapi konsisten

Orang ketiga ini paham akan terjadinya kemunduran pada pohon. Namun dia ingin memperbaiki pohon ini tanpa ada keinginan merusak, seperti yang disebabkan oleh tingkah laku orang pertama dan kedua. Maka orang ini mulai menyirami tanaman dengan air, memberikan pupuk, merawat dengan sabar. Meskipun masih terlihat banyak sekali kekurangan, cacat atau kerusakan yang mulai melanda pohon, namun dia berharap jangka panjang pohon ini akan membaik dan menurunkan pohon-pohon lain yang lebih baik.

---

Kondisi ummat atau masyarakat sekarang mulai menjauh atau lemah dibandingkan dengan kondisi masyarakat terbaik pada zaman Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya R.Hum.

  1. Kondisi iman yang lemah, yakin kepada makhluk lebih besar ketimbang yakin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan sifat-sifat Nya. Lebih yakin kepada kebahagiaan di dunia yang sementara ini ketimbang keinginan untuk bahagia di akherat (surga) nanti. Lebih yakin terhadap benda-benda dunia (harta, kedudukan, gelar, dll) dalam menyelesaikan masalah sehari-hari ketimbang menyelesaikan masalah melalui 'amal sholih yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala seperti yang dicontohkan Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam.
    Bahkan amaliah (aktivitas) sehari-hari lebih banyak meniru orang-orang bukan Islam daripada meniru baginda Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam.
  2. 'Amal sholih yang paling utama, yaitu sholat, mulai ditinggalkan (dilalaikan).
  3. Keengganan atau malas menuntut 'ilmu agama, sehingga aktivitas sehari-hari lebih banyak dituntun oleh ilmu-ilmu dunia semata. Dan ada pula orang yang mempunyai ilmu tinggi, justru semakin sombong, akhlak buruk, merasa yang paling benar, ilmunya digunakan untuk menipu rakyat, dan lain sebagainya. Disebabkan lemahnya dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  4. Akhlak yang kurang terpuji mulai bermunculan. Dalam bergaul sudah tidak lagi ada adab sopan santun, baik itu ke ulama, orang yang lebih tua atau lebih muda. Malu mengucapkan salam sesama ummat Islam. Muka yang jarang tersenyum. Padahal senyumnya ummat Islam di depan ummat Islam yang lain akan Allah ta'ala anggap sebagai sedekah. Subhanallaah.
  5. Ketika beramal, dikotori dengan niat-niat jelek selain mengharap ridho dari Allah ta'ala. Ketika dalam beramal sholih ada manusia yang lihat atau dukungan, maka bersemangat. Sedangkan sebaliknya, malas-malasan.
  6. Ummat Islam kurang sungguh-sungguh dan berkorban dalam memperbaiki iman dan amal sholihnya. Sedangkan untuk menuntut ilmu dunia, bekerja mencari nafkah, begitu susah payahnya, sampai meninggalkan anak, istri/suami, korban harta, korban diri, untuk sesuatu yang akan ditinggalkan ketika mati. Sedangkan untuk yang kekal, iman dan amal sholih... Allahu Akbar, sangat kurang sekali. Termasuk penulis sendiri, namun penulis niat sungguh-sungguh insya Allah.
Dengan kondisi semacam ini, sebagaimana penulis sebutkan mirip orang pertama, yaitu ingin melihat kondisi ummat Islam dan sistem yang berjalan segera baik, sesuai dengan tuntunan syariah, namun tidak mau berkorban. Ketika usaha perbaikan ada sokongan atau dukungan, baik itu dana, tenaga, dll, maka sangat semangat sekali. Namun, ketika tidak ada sokongan, malas untuk mengorbankan harta, diri, dan waktunya sendiri. Maka orang-orang seperti ini bercita-cita tinggi, melakukan perbaikan di segala bidang, tapi lupa memperbaiki iman ummat Islam sebagai pondasi utama. Dampaknya, hanya angan-angan saja yang ada, implementasi susah sekali.

Untuk tipe orang kedua, ketika melihat adakejahilan dan kerusakan di tengah masyarakat, maka dia langsung seolah-olah ingin menghilangkan orang tersebut dari muka bumi, biar Islam tidak tercemar. Ketika melihat ada orang Islam sedang bermaksiat, maka inginnya langsung "membasmi" dia saja. Padahal orang yang bermaksiat tersebut belum sekalipun diajak kepada kebaikan, belum sekalipun ditawarkan apa keutamaan amal sholih, orang bertaubat...

Bahkan Allah ta'ala dalam Al-Qur'an Nya yang mulia dan hadits-hadits Nabi, lebih mengutamakan berita-berita gembira kepada ummat daripada ancaman-ancaman. Tanpa perlu menghilangkan ancaman-ancaman tersebut.

Coba saja, anak kecil yang baru belajar sekolah, ketika dia sedang malas belajar, Anda tawari dengan keuntungan dan keutamaan apabila dia rajin belajar, tentu anak kecil tersebut akan semangat lagi dalam belajar. Tapi coba, kalau anak kecil tersebut langsung Anda ancam, bahkan Anda pukul, tanpa adanya kabar gembira dulu, anak kecil ini akan lebih malas belajar, jangka panjangnya akan lebih buruk lagi.

Nah, orang ketiga ini, mari kita sama-sama berkeinginan memperbaiki iman dan amal sholih kita, dan timbulkan kerisauan untuk mengajak ummat ikut sama memperbaiki iman dan amal sholihnya. Secara bertahap dan perlahan, namun istiqomah / konsisten, insya Allah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan tunjukkan hasilnya pada kita. Kalaulah tidak nampak di dunia, yakinlah Allah ta'ala akan tampakkan di akherat kelak.

So, ayo belajar sama-sama nambah risau dan korban untuk memperbaiki iman dan amal sholih kita. Tambah korban harta, waktu, dan diri untuk mengusahakan bekal di akherat, jangan melulu untuk bekal dunia saja.

:) Piss.
... Baca selengkapnya.

01 Maret 2008

EBook Ayat-Ayat Cinta

Sebenarnya buku (paper print version) mengenai novel ini sudah lama, kalau tidak salah 4-5 tahun ke belakang. Sedangkan filmnya baru dibuat sekarang2 ini.

Untuk filmnya memang saya belum melihatnya, namun ebook-nya saya baru membaca sekilas.
Sebenarnya tidak ada sedikitpun rasa ingin membacanya, namun setelah muncul filmnya, saya jadi penasaran dengan cerita aslinya.

Alhamdulillah di suatu situs ebook ini sudah di-upload, so tinggal download saja.
Saya sedikit membaca mengenai ebook ini baru 2 bab pertama saja. Beberapa cerita yang terkesan adalah:

  1. Kisah ketahanan si Fahri saat taklim dengan syeikh Utsman, meskipun cuaca di Mesir sangat ekstrim. Hal inilah salah satu yang menyebabkan derajat manusia itu melebihi derajat malaikat di sisi Allah SWT. Dengan hawa nafsu yang senantiasa menyelimuti, namun bisa dikalahkan untuk beramal sholih. Mudah2an dalam keadaan nyatanya pun kita bisa seperti itu. Amiin.
  2. Dakwah Fahri di atas kendaraan umum (sejenis kereta). Hal ini sangat jarang sekali dilakukan oleh ummat Islam. Di setiap tempat, keadaan, dan waktu membicarakan perkara agama Islam. Baik itu kebesaran Allah SWT, kehidupan akherat, sifat mulia Rasulullah SAW dan para sahabat, dan lain-lain. Apalagi dengan sikap Fahri yang sabar thd sikap teguh orang2 Mesir. Mungkin tidak kita bisa sabar seperti itu dalam keadaan kita sekarang ini?
  3. Maria, seorang warga Mesir beragama Kristen Koptik selama hidupnya, matinya dalam keadaan beriman dan Islam. Kisah ini terdapat pada bab2 terakhir novel ini. Kisah terakhir inilah yang paling berkesan buat saya. Selama hidupnya, Maria ini tidak ada sedikitpun rasa buruk sangka atau benci terhadap ajaran Islam dan pemeluknya. Subhanallah, bahkan dia hafal bbrp surat2 dalam Al-Qur'an, dimana ummat Islam sendiripun masih banyak yang belum menghafalnya. Hal ini juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Si Maria ketika dalam keadaan koma sempat bermimpi mengenai surga, bagaimana ketia dia mau masuk ke salah satu pintu2 amal, dia tidak bisa memasukinya. Ketika mau memasuki pintu sholat, dia belum pernah sholat. Begitu juga pintu2 amal yang lain, seperti pintu puasa, zakat, dsb. Sehingga ketika bertemu Siti Maryam radhiallaahu 'anha, dan mendapat nasehat supaya menjadikan Islam sebagai pegangannya. Sehingga sebelum kematian menjemputnya, si Maria ini ingin segera berwudhu dan bersyahadat, menyempurnakan imannya. Satu lagi yang berkesan adalah bahwa si Maria acap kali mencium harumnya surga. Begitu juga para sahabat dan orang2 sholih terdahulu pun pernah dan seringkali mengalaminya. Akhirnya si Maria wafat dalam keadaan Iman dan Islam.
Ya Allah ya Arhamarraahimiin.... Bagaimana dengan nasib saya, nasib ummat sekarang?
Akankah kami nantipun mati dalam keadaan Iman dan Islam yang sempurna?

Berapa banyak di antara manusia, yang semasa hidupnya beramal sholih, tapi di akhir kehidupannya dalam keadaan tidak beriman. Naudzubillahi min dzaalik.

Pada hari kamis kemarin 28 - 2 - 2008, ketika saya mengikuti pengajian, ada kabar duka, bahwa salah satu hamba Allah dan da'i - Nya insya Allah, telah berpulang ke rahmatullah. Yaitu saudara kita bapak Gito Rollies alias Bangun Sugito. Seketika itu juga di Masjid dipimpin Ustadz Nanang Maulana Ishaq, memimpin do'a... Subhanallah, do'a yang begitu menyentuh hati, hampir semua hadirin menangis... da'i Allah SWT telah dipanggil ke hadirat-Nya... Semuanya menangis, akankan saya nanti akan wafat dalam keadaan beriman, beramal sholih, atau sebaliknya?

Mari kita terus berusaha memperbaiki iman dan amal sholih kita, luangkanlah waktu kita untuk agama kita di sela-sela kesibukan dunia kita.

Mudah2an Allah SWT mematikan kita nanti dalam keadaan iman dan amal sempurna sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Amiin.

DOWNLOAD EBOOKS
Ukurannya: 800 kb
Tipe file: PDF
Link: http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=0524c0d22371a4dafd385929aec0217c
Sumber: http://if.web.id/ebooks-lain/novel-ayatayat-cinta-t187.0.html
RAR Password: http://if.web.id

... Baca selengkapnya.